Masuk Tanpa Dokumen Resmi, Gubernur Papua Dideportasi Pemerintah Papua Nugini
Share
Internasional

Masuk Tanpa Dokumen Resmi, Gubernur Papua Dideportasi Pemerintah Papua Nugini

Jakarta-BeritaKita.ID-Gubernur Papua, Lukas Enembe menjadi perbincangan hangat di jagat sosial media lantaran diketahui masuk ke Papua Nugini tanpa dokumen resmi, Sabtu (3/4).

Berdasarkan informasi yang diterima BeritaKita.ID, Lukas berhasil masuk ke negara yang berbatasan dengan Benua Australia tersebut melalui jalan tikus atau jalur ilegal pada Rabu (31/03). Dua hari kemudian, pihak pemerintah setempat melakukan deportase melalui Pos Lintas Batas Negara.

Sementara itu, Lukas mengaku dirinya pergi ke Papua Nugini untuk berobat, dengan menyewa jasa ojek dari perbatasan melalui jalur tikus. Lukas pun membenarkan bahwa kepergian dirinya tidak disertai dokumen resmi.

“Saya berangkat kesana naik ojek, salah saya, tahu itu salah”, ujar Lukas dikutip BeritaKita.ID dari Youtube Kompas TV, Sabtu (3/4).

Menanggapi hal tersebut, Konsulat RI, Vanimo Allen Simarmata, mengaku baru mengetahui hal ini pada Kamis (01/04). Setelah dilakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan diketahui bahwa apa yang dilakukan Gubernur Papua sebagai tindakan ilegal.

Sedangkan menurut Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono, harus dilakukan investigasi terkait peristiwa deportasi Gubernur Papua. Selanjutnya, Gubernur Papua secara pribadi harus meluruskan mengenai apa yang dilakukannya itu.

“Kenapa harus masuk secara ilegal, kenapa tidak menggunakan jalur resmi dengan meminta izin, kenapa harus sampai papua nugini apa tidak ada dokter yang mampu di wilayah Indonesia,” ujar dia.

Diketahui, jalur tikus tersebut disinyalir sering digunakan untuk kegiatan ilegal seperti transaksi narkoba dan perdagangan gelap lainnya.

Bepergian ke negara luar tanpa membawa dokumen resmi tentu merupakan perbuatan yang melanggar UU keimigrasian. Pemerintah harus bersikap tegas terhadap siapapun yang melanggar ketentuan dua negara tersebut. (Dea Putri Sekar Sari)