Tersangka Penganiayaan Perawat di Palembang Minta Maaf, Mengaku Kelelahan
Share
Nasional

Tersangka Penganiayaan Perawat di Palembang Minta Maaf, Mengaku Kelelahan

Jason Tjakrawinata yang menganiaya seorang perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang meminta maaf atas aksinya.

Ia mengaku emosi melihat tangan anaknya berdarah selepas mencabut jarum infus dan mengaku kelelahan karena berhari-hari merawat anaknya akibat peradangan paru-paru.

"Saya mohon maaf karena ini emosi sesaat. Saya mohon maaf ke seluruh pihak yang merasa dirugikan oleh saya, terutama korban. Juga pihak rumah sakit. Ini tindakan di luar kenali karena kelelahan," kata Jason di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (17/4).

Aksinya tersebut membuat Jason terancam jerat pasal berlapis yaitu pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan terancam dua tahun penjara, dan pasal Pasal 406 KUHP Pidana tentang Pengrusakan.

Jason dikenakan pasal tambahan karena sempat merusak telepon genggam milik perawat AR yang merekam peristiwa penganiayaan tersebut.

Jason saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolrestabes Palembang.

Kapolrestabes Palembang Komisaris Besar Irvan Prawira Satyaputra mengungkapkan, tersangka ditangkap di kediamannya, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Jumat (16/4) sekitar pukul 21.00. Tersangka ditangkap tanpa perlawanan

"Tersangka langsung ikut saat dijemput, mungkin karena sudah tahu terlibat apa. Sesampainya di Polres pukul 24.00 langsung diperiksa," ujar Irvan saat gelar perkara.

Setelah diperiksa oleh penyidik, tersangka Jason mengakui perbuatannya melakukan penganiayaan terhadap perawat bernama Christina.

Kepolisian pun telah melakukan pemeriksaan saksi dan menyita barang bukti berupa CCTV, video rekaman, pakaian dan hasil visum korban.

Saat ini perawat Christina sedang dirawat karena luka yang dialaminya. Korban pun mengalami trauma psikis usai kejadian tersebut. Manajemen RS sudah menyerahkan bukti rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi kejadian untuk melengkapi berkas perkara yang diperlukan kepolisian.

Pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang memastikan bahwa korban sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perawat secara optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat mencabut jarum infus dari tangan anak JT.

Manajemen rumah sakit mendukung penuh perawat Christina dalam menempuh proses hukum kejadian tersebut. Hingga saat ini, belum ada itikad baik dari pelaku JT untuk meminta maaf atau mediasi atas kejadian tersebut.

 

Sumber : Cnnindonesia.com